GfY9GUYiBUM9TUY8Tfd8TfM9TY==
Breaking
News

Pramono Anung Pastikan Tarif LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai Tetap Terjangkau Bagi Masyarakat

Font size
Print 0
Jakarta, angkaranews. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa tarif LRT Jakarta untuk rute Pegangsaan Dua–Manggarai harus tetap terjangkau agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menetapkan besaran tarif resmi layanan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat meninjau perkembangan proyek LRT Jakarta di Stasiun LRT Rawamangun, pada (14/7/2026).

Menurutnya, keterjangkauan tarif menjadi salah satu faktor utama untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Intinya bahwa tiketnya tentunya tetap harus terjangkau oleh masyarakat," kata Pramono.

Ia menjelaskan, penetapan tarif akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari biaya operasional, kemampuan masyarakat membayar, hingga keberlanjutan layanan.

Kajian tersebut akan mengacu pada pengalaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat menetapkan tarif MRT Jakarta.

Menurut Pramono, formula yang digunakan dalam penghitungan tarif MRT dapat dijadikan referensi untuk LRT Jakarta, meski terdapat sejumlah perbedaan karakteristik antara kedua moda transportasi tersebut.

"Patokan yang digunakan untuk menghitung MRT itu bisa digunakan referensinya untuk LRT. Walaupun tentunya LRT pasti berbeda," ujarnya.

Selain membahas tarif, Pramono juga memberikan lampu hijau terhadap pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah stasiun sepanjang lintasan Pegangsaan Dua–Manggarai.

Ia menilai pengembangan kawasan berbasis transportasi publik tersebut sangat memungkinkan karena kapasitas depo LRT Jakarta di Kelapa Gading masih mencukupi untuk mendukung operasional jaringan yang diperluas.

Menurutnya, pengembangan TOD akan dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta, sebagaimana model yang telah diterapkan pada sejumlah kawasan di sekitar stasiun MRT.

"Karena depo yang ada di Kelapa Gading sudah lebih dari cukup. Maka saya izinkan untuk dikembangkan TOD-TOD yang ada. Nanti pengembangannya seperti pengalaman kita di MRT, dikerjasamakan antara Pemerintah DKI Jakarta dengan MRT," jelasnya.

Saat ini, layanan LRT Jakarta telah beroperasi pada lintasan Pegangsaan Dua–Velodrome. Sementara itu, proyek perpanjangan jalur dari Velodrome menuju Manggarai terus dikebut dan telah mencapai progres sekitar 95 persen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalur tersebut selesai pada Agustus 2026, sehingga dapat segera melayani masyarakat dan memperkuat konektivitas transportasi di ibu kota.

Pramono berharap peresmian jalur baru tersebut dapat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang ini progresnya sudah 95 persen dan kita mengharapkan pada bulan Agustus bisa diresmikan oleh Bapak Presiden," kata Pramono.

Dengan beroperasinya rute Velodrome–Manggarai, jaringan LRT Jakarta diharapkan semakin terintegrasi dengan moda transportasi lain, seperti KRL Commuter Line, MRT Jakarta, TransJakarta, dan layanan angkutan umum lainnya.

Integrasi tersebut diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam beraktivitas sehari-hari.

Ervinna
Pramono Anung Pastikan Tarif LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai Tetap Terjangkau Bagi Masyarakat
Lihat Juga
Next Post
Link copied successfully