Tembilahan. Angkaranews – Teror monyet liar yang diduga agresif masih meresahkan masyarakat di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hingga Rabu warga dilaporkan menjadi korban gigitan monyet tersebut.semakin bertambah korbannya dan luka gigitannya sangat mengerikan.
Yang mengkhawatirkan, seluruh korban berasal dari alamat yang berbeda-beda di wilayah Tembilahan Hilir. Kondisi ini menunjukkan bahwa monyet liar tersebut terus berpindah-pindah lokasi, sehingga memperluas potensi ancaman bagi masyarakat dan dihimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan warga itu sendiri.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir menerjunkan personel untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan monyet liar tersebut. Pencarian telah dilakukan sejak 25 Juli 2026 dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, yang turut turun ke lapangan bersama anggotanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, monyet tersebut pertama kali dilaporkan berada di kawasan RT 03 RW 03, Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, satwa liar itu terus berpindah-pindah lokasi hingga terakhir terpantau berada di sekitar Jalan Handayani, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kemunculannya. Sementara itu, warga di Lorong Cempaka juga melaporkan sempat melihat dua ekor monyet, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya lebih dari satu satwa liar yang berkeliaran.
Beberapa korban telah mendapatkan penanganan medis. Salah satunya Zulianda (35) yang telah menerima vaksin dan menjalani pengobatan di Puskesmas Gajah Mada. Sementara Misnawati (62) harus menjalani perawatan di RSUD Puri Husada setelah mengalami luka gigitan yang mengharuskannya mendapatkan 14 jahitan serta suntikan antirabies.
Menurut keterangan warga, monyet tersebut menyerang tanpa diduga. Bahkan, dalam salah satu kejadian, satwa liar itu masuk ke bawah kolong rumah saat korban sedang beristirahat, kemudian langsung menerkam korban.
Dalam proses pencarian, personel Damkar juga mendapat bantuan dari Kepolisian. Sejumlah personel kepolisian terlihat ikut menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet dengan membawa senapan angin sebagai langkah antisipasi apabila satwa tersebut kembali menyerang dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyisiran hingga monyet tersebut berhasil diamankan.
"Sejak laporan kami terima, kami langsung menurunkan personel untuk melakukan pencarian. Saya juga ikut turun langsung bersama tim karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya jumlah korban yang sudah mencapai delapan orang, tetapi lokasi korbannya juga tersebar di beberapa titik. Artinya, monyet ini terus berpindah-pindah sehingga berpotensi menimbulkan korban baru. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pelaksanaan pencarian di lapangan," ujar Junaidi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.
"Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet tersebut, segera laporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau pihak berwenang. Jangan mencoba menangkap atau memancing satwa tersebut. Kami akan terus melakukan pencarian hingga berhasil diamankan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," tutupnya.
Ditempat terpisah awak media juga sempat bertanya kepada warga,tentang monyet yang menyerang masyarakat,kami kwatir anak- anak yang sedang berangkat sekolah,kami sebagai orang tua tetap waswas,,,sampai kapan kah teror monyet ini berakhir,pungkasnya dengan nada serius.***(Yti)