GfY9GUYiBUM9TUY8Tfd8TfM9TY==
Breaking
News

800 TAHUN SAMUDERA PASAI: MENJAGA SEJARAH, MERAWAT PERDAMAIAN, MENUJU INDONESIA MAJU

Font size
Print 0

ACEH UTARA. angkaranews — Momentum peringatan 800 tahun Samudera Pasai yang diselenggarakan di kawasan Alun-Alun Kantor Bupati Aceh Utara menjadi kesempatan penting untuk kembali mengingat perjalanan panjang sejarah Aceh, khususnya kejayaan Kesultanan Samudera Pasai sebagai salah satu kerajaan Islam penting di kawasan Asia Tenggara.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Pembina media Angkaranews.id Aceh, Muhmad Nasir, menyampaikan ucapan selamat atas Milad Samudera Pasai ke-800 tahun. Ia berharap peringatan tersebut tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami dan mempelajari sejarah daerahnya.

“Selamat Milad Samudera Pasai yang ke-800 tahun. Semoga momentum besar ini menjadi kesempatan bagi kita semua, khususnya masyarakat Aceh Utara dan generasi muda, untuk kembali memahami sejarah Aceh. Kita tidak boleh melupakan kejayaan negeri kita pada masa silam,” demikian pesan yang disampaikan.

Samudera Pasai dan Jejak Sejarah Aceh

Samudera Pasai memiliki posisi penting dalam sejarah Aceh dan sejarah dunia Melayu. Kesultanan ini berkembang di wilayah pesisir utara Aceh dan dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan serta perkembangan Islam yang penting di kawasan Asia Tenggara.

Sejarah Samudera Pasai tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan dan kehidupan politik, tetapi juga erat dengan perkembangan perdagangan, pendidikan, kebudayaan, serta penyebaran Islam.

Letaknya yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka menjadikan wilayah Samudera Pasai berhubungan dengan berbagai kawasan dan bangsa. Pedagang serta ulama dari berbagai wilayah datang dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Samudera Pasai adalah Sultan Malik al-Saleh, yang secara umum dikenal sebagai pendiri Kesultanan Samudera Pasai. Makamnya di kawasan Samudera, Aceh Utara, menjadi salah satu peninggalan sejarah penting yang hingga kini mengingatkan masyarakat terhadap keberadaan kerajaan Islam tersebut.

Samudera Pasai kemudian berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan keislaman yang memiliki pengaruh besar di kawasan Selat Malaka.

Karena itu, peringatan 800 tahun Samudera Pasai hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sejarah masyarakat Aceh, terutama generasi muda.

Sejarah Bukan Sekadar Cerita Masa Lalu

Menurut Muhmad Nasir, sejarah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai cerita tentang masa lalu. Sejarah merupakan bagian dari identitas masyarakat dan dapat menjadi pelajaran untuk membangun masa depan.

Generasi muda Aceh Utara, khususnya para pemuda dan pemudi, diharapkan tidak kehilangan hubungan dengan sejarah daerahnya sendiri.

Dengan memahami sejarah, generasi penerus dapat mengetahui bagaimana masyarakat pada masa lalu membangun peradaban, menghadapi tantangan, mengembangkan perdagangan, pendidikan dan kebudayaan, serta mempertahankan kehidupan masyarakat.

“Tanpa memahami sejarah, kita akan sulit mengetahui dari mana kita berasal. Sejarah harus menjadi pelajaran bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” pesannya.

Dari Sejarah Aceh Menuju Perjalanan Indonesia

Sejarah Aceh juga tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang sejarah Indonesia. Aceh memiliki catatan panjang dalam hubungan dengan berbagai kekuatan politik dan perdagangan di kawasan Nusantara.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, masyarakat Aceh turut memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan keberlangsungan Republik Indonesia.

Dalam perjalanan sejarah setelah kemerdekaan, Aceh kemudian menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejarah tersebut merupakan perjalanan panjang yang harus dipahami secara utuh, dengan melihat berbagai peristiwa berdasarkan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, generasi penerus diharapkan mampu melihat sejarah dengan pikiran terbuka dan menjadikannya sebagai sumber pembelajaran, bukan sebagai alasan untuk mempertajam perbedaan.

Menjad
800 TAHUN SAMUDERA PASAI: MENJAGA SEJARAH, MERAWAT PERDAMAIAN, MENUJU INDONESIA MAJU
Lihat Juga
Next Post
Link copied successfully