Bogor. Angkaranews. Akibat aktivitas anak gunung Krakatau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah pemerintahan Kabupaten Bogor tepatnya di belahan bogor barat yang berdekatan dengan propinsi Banten.
Di antaranya Pemerintahan Desa sukaraksa mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi paparan dampak abu vulkanik terhadap warga dan pengguna jalan raya.
Kades sukaraksa kecamatan cigudeg kabupaten bogor senin 7 September 2026.Dedi Bahtiar panggilan akrab WA ipung bagikan masker pada pengendara mobil atau motor yang lewat di jalan raya pasir madang cigudeg.
arah pertigaan kecamatan Sukajaya,cigudeg dan nanggung.
Kades sukaraksa dedi Bahtiar saat diminta keterangan menuturkan ada 400 masker yang kita bagikan pada pengendara mobil atau motor serta warga sekitar kebon kelapa di jalan raya pasir madang cigudeg.tepatnya pertigaan arah kecamatan cigudeg , kecamatan Sukajaya dan kecamatan nanggung.
Dampak ini adalah dari dampak abu vulkanik anak krakatau yang pada jumat pukul 11.30 wib telah meletus menyembur api lahar panas dan dampak ke kita adalah abu vulkaniknya yang membahayakan pada warga kita dan sekitarnya.
Alhamdulilah sebanyak 400 masker telah kita bagikan pada pengendara dan warga sekitar di wilayah jalan raya pasir madang cigudeg dan kampung kebon kelapa.
Semoga dengan dibagikan masker ini para pengendara bisa terhindar dari penyakit ISPA karena Kita berdekatan dengan arah krakatu yang berada di wilayah banten, sedangkan wilayah kita adalah perbatasan antara banten dan bogor.
Pembagian ini juga intinya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker sebagai pelindung diri menyusul erupsi gunung anak krakatau.
Bentuk kepedulian pemerintahan desa sukaraksa terhadap keselamatan dan kesehatan warga.
Penggunaan masker dinilau sangat penting terutama bagi masyarakat yang beraktivitas diluar rumah karena kita berada di perbatasan propinsi Banten dan Jawa Barat tepatnya wilayah bogor yang berpotensi dampak sebaran abu vulkanik. Ungkapnya
Alek