GfY9GUYiBUM9TUY8Tfd8TfM9TY==
Breaking
News

Perumda Pasar Jaya Berlakukan GerakanPemilahan Sampah Dari Sumber di 146 Pasar Mulai Agustus 2026, Dukung Jakarta Menuju Kota Global

Font size
Print 0
Jakarta, angkaranews. Sebanyak 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya akan mulai menerapkan gerakan pemilahan sampah dari sumber secara menyeluruh mulai Agustus 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk komitmen nyata dalam mengubah pola pengelolaan sampah di seluruh pasar.

"Gerakan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini merupakan komitmen dan langkah nyata kita bersama untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, higienis, dan nyaman, baik bagi para pedagang maupun masyarakat selaku pengunjung pasar, dalam mendukung Jakarta menuju kota global," ujar Agus dalam keterangannya, pada (10/7/2026).

Sebagai langkah awal, seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya telah dilengkapi dengan fasilitas tempat sampah terpilah. Penyediaan sarana tersebut bertujuan agar proses pemilahan sampah dapat dilakukan langsung sejak dari sumbernya sehingga pengelolaan limbah menjadi lebih efektif.

"Sebanyak 146 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya sudah dilengkapi fasilitas tong sampah pilah. Fasilitas ini disiapkan agar pemilahan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya," kata Agus.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Melalui kebijakan ini, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada proses pembuangan akhir, tetapi harus dimulai sejak sampah dihasilkan.

Agus menjelaskan bahwa mulai Agustus 2026, Jakarta tidak lagi dapat mengandalkan pola lama dalam membuang sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Oleh karena itu, seluruh pengelola pasar diminta menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari lokasi asalnya.

"Mulai Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi melakukan pola pembuangan sampah seperti selama ini ke Bantargebang. Karena itu, kami diminta melakukan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya," ujarnya.

Selain menyediakan fasilitas pendukung, Perumda Pasar Jaya juga mengembangkan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati melalui kerja sama dengan LAPI ITB dan PT FDR.

Proyek ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di pasar-pasar lainnya.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara konsisten, Perumda Pasar Jaya membentuk 58 personel Satuan Tugas (Satgas) GEBER (Gerakan Bersama Bersih Pasar). 

Satgas tersebut bertugas mengawasi proses pemilahan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang, pengelola, dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pasar.
"Satgas ini akan menjadi motor penggerak, pengawas sekaligus mitra edukasi bagi seluruh warga pasar secara terus-menerus," jelas Agus.

Ia optimistis perubahan budaya dalam pengelolaan sampah dapat terwujud apabila seluruh pihak berpartisipasi aktif, mulai dari pengelola pasar, pedagang, koperasi, hingga masyarakat sebagai pengunjung.

"Mengubah kebiasaan lama dan membangun budaya bersih memang memerlukan waktu serta kesabaran. Namun dengan kerja keras bersama dan konsistensi, saya optimistis pasar-pasar Perumda Pasar Jaya mampu bertransformasi menjadi pasar yang bersih, sehat, dan modern," tuturnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, La Ode Basir, mengingatkan agar Gerakan Bersama Bersih Pasar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, pemilahan sampah harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara berkelanjutan di seluruh pasar.
"Gerakan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi harus lahir menjadi sebuah kesadaran kolektif dan budaya kolektif insan Pasar Jaya. Pilah sampah harus menjadi budaya di seluruh pasar yang kita kelola," tegas La Ode.

Melalui penerapan gerakan pilah sampah di seluruh pasar, Perumda Pasar Jaya berharap mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, meningkatkan kualitas lingkungan pasar, serta mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Ervinna
Perumda Pasar Jaya Berlakukan GerakanPemilahan Sampah Dari Sumber di 146 Pasar Mulai Agustus 2026, Dukung Jakarta Menuju Kota Global
Lihat Juga
Next Post
Link copied successfully